JAKARTA — Sekitar 50 ribu buruh yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) menggelar aksi penyampaian aspirasi di Jakarta, Kamis (24/9/2026). Aksi tersebut berkaitan dengan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan.
Massa buruh dijadwalkan bergerak dari kawasan Semanggi menuju kawasan Jalan MH Thamrin, tepatnya di sekitar Menara UOB dan Grand Indonesia. Aksi berlangsung mulai sekitar pukul 10.00 WIB.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyebut jumlah peserta aksi mencapai sekitar 50 ribu orang. Menurutnya, aksi tersebut dilakukan untuk menyampaikan aspirasi pekerja sekaligus mengawal proses pembahasan aturan ketenagakerjaan.
Bawa Sejumlah Tuntutan
Dalam aksi tersebut, massa buruh membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan perlindungan dan kesejahteraan pekerja. Isu yang disuarakan antara lain pengupahan, sistem outsourcing, jaminan sosial, pekerja dengan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), pekerja platform, pesangon, pemagangan, serta perlindungan pekerja perempuan.
Perwakilan buruh juga dijadwalkan menyampaikan petisi kepada pemerintah sebagai bagian dari penyampaian aspirasi terkait RUU Perlindungan Ketenagakerjaan.
Lalu Lintas Berpotensi Padat
Besarnya jumlah massa membuat sejumlah ruas jalan di Jakarta berpotensi mengalami kepadatan. Kawasan yang menjadi perhatian antara lain Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin, Monas, serta kawasan sekitar Gedung DPR/MPR dan Senayan.
Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional. Pengalihan arus akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan, jumlah massa, serta perkembangan situasi selama aksi berlangsung. Masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di sekitar lokasi demonstrasi diimbau mempertimbangkan jalur alternatif.
Hingga pembaruan siang ini, aksi buruh masih menjadi perhatian karena melibatkan massa dalam jumlah besar dan berlangsung di sejumlah ruas jalan utama Ibu Kota.



















