Pimpinan Wilayah Pemuda Persatuan Islam (Persis) Sumatera Utara menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Satuan Intelijen dan Keamanan (Sat Intelkam) Polrestabes Medan. Apresiasi khusus ini ditujukan kepada Kasat Intelkam Polrestabes Medan, Kompol Lengkap Suherman Siregar, S.H., M.H., atas dedikasi dan pendekatan humanis yang dinilai sukses merawat stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Kota Medan tetap aman dan kondusif.
Pernyataan tersebut diungkapkan secara langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) Kepemudaan dan Olahraga PW Pemuda Persis Sumut, Amiruddin Siregar, S.H. Ia menilai, di bawah kepemimpinan Kompol Lengkap Suherman Siregar, jajaran Sat Intelkam Polrestabes Medan menunjukkan performa kerja yang responsif, inklusif, serta proaktif dalam memetakan dan mengantisipasi berbagai potensi kerawanan di wilayah hukum setempat.

“Kami dari Pemuda Persis Sumut melihat langsung bagaimana Sat Intelkam Polrestabes Medan membuka ruang komunikasi yang sangat baik dengan elemen pemuda dan organisasi keagamaan. Langkah preventif dan koordinasi yang cepat ini berhasil meredam potensi gesekan sosial, sehingga suasana di Kota Medan tetap sejuk dan harmonis,” ujar Amiruddin Siregar, S.H., dalam keterangannya.
Lebih lanjut, Amiruddin juga memberikan pujian terhadap komitmen pelayanan publik yang diberikan oleh jajaran Sat Intelkam Polrestabes Medan. Menurutnya, keterbukaan informasi, kemudahan pengurusan administrasi seperti Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), hingga pengamanan optimal pada agenda-agenda keagamaan dan kepemudaan selalu berjalan dengan baik dan mengedepankan sisi humanis.
Menutup keterangannya, Pemuda Persis Sumut berharap sinergi dan kolaborasi yang erat antara kepolisian, khususnya fungsi intelijen, dengan organisasi kepemudaan Islam dapat terus dijaga dan dirawat dengan baik. Langkah strategis ini penting guna menciptakan rasa aman, mendukung penegakan hukum, serta menjamin kenyamanan seluruh warga Kota Medan secara berkelanjutan.
Menjaga stabilitas keamanan di kota metropolitan yang heterogen seperti Medan tentu membutuhkan strategi pencegahan dini (early warning system) yang matang. Kehadiran fungsi intelijen sebagai garda terdepan tidak hanya berfokus pada pengumpulan data, melainkan aktif menjalin komunikasi persuasif dengan berbagai elemen masyarakat.
Kolaborasi aktif antara aparat penegak hukum dan organisasi kemasyarakatan seperti Pemuda Persis Sumut membuktikan bahwa pendekatan dialogis merupakan solusi efektif dalam meredam potensi konflik horizontal. Dengan terbukanya ruang partisipasi publik, tercipta iklim sosial yang kondusif demi mendukung pembangunan serta ketertiban umum di wilayah Sumatera Utara.



















